Showing posts with label special. Show all posts
Showing posts with label special. Show all posts

Thursday, May 15, 2025

Surat untuk Ayah

 Ayah...

Terima kasih sudah berjuang dan kuat. Sungguh memiliki ayah yang sehat, kuat, dan aktif meskipun usia sudah lanjut adalah rahmat dari Allah yang tidak bisa dihitung. 

Terima kasih sudah mengajarkan nilai-nilai baik, sejak kami kecil, mengajarkan bahwa setiap apa yang kita lakukan itu memiliki konsekuensi.

Ayah, 

Terima kasih sudah mengajarkan untuk berbuat baik, menjadi baik, dan mengusahakan yang baik dimanapun berada, dalam situasi apapun. 

Terima kasih sudah mengajarkan untuk selalu  menjadi orang yang tulus.

Terima kasih sudah mengajarkan bahwa sebaik-baik penolong adalah Allah, jangan pernah bergantung pada orang, jangan pernah mengharapkan belas kasih dari orang lain. 

Ayah, 

Terima kasih sudah menjadi Ayahku...

Wednesday, July 30, 2014

Extraordinary Minnyeong

Ditengah perjalanan menuju rumah, tiba-tiba dari belakang ada orang yang memanggil, suaranya tak kukenal, wajahnya pun tak familiar. Tiba-tiba saja perempuan itu menawarkan tangannya untuk membantuku membawa temuan barang-barang hibah dari gedung sebelah.
Kesekian kalinya, aku bertemu orang Korea yang beneran baik hati, bukan karena dia misionaris, atau punya maksud sadis.

Dengan bahasa inggris terbata, dia berusaha menceritakan dan menanyakan yang ingin dia tau tentangku. Dia bercerita, dia adalah lulusan hukum, usianya tak muda lagi, 32 tahun. Dia memiliki junior yang mengambil bidang minat yang sama denganku, Computer Engineering. Beberapa Segalanya tampak normal, sampai akhirnya kami bertukar nomor telepon, dia tak seperti orang korea pada umumnya yang membawa smartphone kemana-mana. Bahkan nomornya sendiri pun dia tak hafal. Dia menuliskan nomorku di note kecil dengan crayon, satu-persatu dengan ukuran sekitar 72pts jika ditulis di Ms. Word,  dan pada akhirnya kuketahui dari profil kakaonya, ternyata dia bukan orang yang seperti kita, dia orang yang luar biasa, yang sepertinya tergabung dari komunitas orang-orang luar biasa lainnya.

Salam kenal Jeon Min Yeong, nice to see you, :)
Kau adalah orang baik hati, karena hatimu sama sekali tidak tercemari dan terdoktrin bahwa segala kebaikan itu dilakukan dengan mengharapkan imbalan. You have true heart, I can see it from the beginning when you give your hand to help me.
Thank you..~~

Friday, May 30, 2014

Berkat COTO MAKASSAR

Apa yang istimewa dari masakan dan makanan khas Indonesia? bagi teman-teman sekalian yang sedang berada di Tanah Air mungkin hanya rasa dan suasana tempat makannya, akan tetapi, bagi kami yang sedang jauh dari tanah air hal itu menjadi barang yang tak ternilai harganya, terlebih kita bisa berkumpul bersama, makan, bercanda, dan menghabiskan waktu seperti layaknya sebuah keluarga besar.
PNU-ISO - Foto Courtesy : Mbak Hasni

Minggu ini, berkat Bapaknya Mbak Hasni yang sedang berkunjung ke Korea untuk menghadiri konferensi, kami, keluarga besar PNU-ISO berkesempatan mencoba dan menikmati COTO MAKASSAR. Yap, bagi saya ini benar-benar pertama kalinya merasakannya. Kesan pertama ketika mencicipnya ada rasa haru dan bahagia, huaa, COTO MAKASSAR itu enakkk sodaraa. Kemaren-kemaren kemana aja ya? :D

Sedikit Penasaran Tentang COTO MAKASSAR, ngintip dulu yuk, bumbunya apa saja. ini versi populer dari beberapa web yang saya baca
Bumbu :
6 siung bawang merah
4 siung bawang putih
1 1/2 sdt merica
1 sdm ketumbar sangrai
1/2 sdt jinten
3 cm jahe
5 cm lengkuas
50 gram kacang tanah, sangrai. Buang kulitnya.
Bumbu Lainnya :
5 cm kayu manis
8 siung bawang merah, iris tipis
2 batang serai, memarkan
3 sdm tauco
1 sdm gula merah
1/2 sdt kaldu instan (jika suka)
Bahan :
1. Daging sapi, potong dadu kecil
2. Cabe rawit untuk sambal
3. Jeruk nipis/lemon
4. Daun Bawang
5. Kacang Tanah goreng
Setelah itu Cara Masaknya (Ini ala Korea ya)
1. Didihkan air cucian beras, kemudian masukkan bumbu sesuai takaran
2. Setelah mendidih, masukkan daging yang dipotong dadu kecil, sampai empuk
3. Setelah daging terasa empuk, tambahakan garam dan gula secukupnya
4. Sajikan bersama, cabe uleg, jeruk nipis/lemon, daun bawang, dan kacang tana

Wednesday, April 30, 2014

Surpise Party II

Next day, rasa was-was seperti masih menghantui, memiliki banyak hal harus dikerjakan tak membuat lantas bisa bergerak cepat untuk menyelesaikan, tapi justru bingung mana yang harus didahulukan. Seharian jari dan pikiran ini hanya memikirkan satu hal, bagaimana cara menyajikan ide ini agar dapat dengan mudah dimengerti bahkan oleh orang yang belum pernah mengikuti sekalipun.

Well, I have to admit that, creating a good presentation slide, is not as easy as writing a clear report, you just finish all the work, then write it down what have you done. Membuat presentasi ide lebih ke bagaimana membuat orang lain, menerima, dan mempersuasi mereka agar memiliki pandangan dan visi yang sama dengan kita.

Ok, akhirnya sekian jam berlalu, tak ada apa-apa di layar hanya group chat dari DBLAB family, ajakan untuk jalan-jalan. Sampai sini tak ada hal yang aneh. Siang itu, saya juga telah menunaikan salah satu kewajiban, bayar hutang ke Mbak Ludi.

Tepat ketika telah menetapkan rencana bahwa  akan pergi ke emart dengan bersepeda, langkah kami dilanjutkan ke tempat parkir sepeda, yang sesaat saat itu juga, saya kaget bukan main krn sepeda pinjeman dari Pak Slamet tiba-tiba raib. Apa yang harus saya lakukan??. Tak ada jalan lain kecuali pasrah, dan berdoa semoga yang ambil sepedanya cuman pinjam, dan nanti bakal dibalikin lagi.

Baru akan melanjutkan pencarian, tiba-tiba ada pesan masuk dari mbak Ludi, yang bunyinya uang yang telah ditransfer, gagal masuk rekening. Waduh apa yang salah denganku hari ini ya? Sambil melanjutkan perjalanan, tiba-tiba telfon berdering, tertera nama Mas Ardi di sana. Dan yang membuat shock adalah, profesor barusan menelfon ke lab mencariku, katanya. Maka tanpa berpikir panjang, aku dan mas thoma cepat-cepat kembali ke Lab. Demi mempersiapkan diri bertemu professor.

Sesampai di Lab, tak ada apa-apa, sampai dengan mas Ardi minta tolong memeriksa kmoputer di ruang sebelah. Dan ternyataa………

Surprise……
Semua orang menyanyikan lagu yang sama, lagu ketika orang bertambah tua, dengan penuh doa. Seketika itu air mata haru menetes.Tak ada kata lain hanya, terima kasih sebanyak-banyaknya buat teman-teman semua.
Terima kasih atas jebakannya
Terima kasih atas kejutannya
Terima kasih atas kuenya
Terima kasih atas semuanyaa.

Seperti yang Allah janjikan, di setiap pahit pasti ada manis, dan saya menemukan begitu banyak kebahagiaan yang terhingga dibalik kesedihan.

Tribute to : Mbak Ludi, Mbak Aca, Mbak Hasni, Bu Nining, Mas Ardi, Mas Thoma, Fikar, Elok, Tommy, Mas Alfon, Kevin, Mas Putu, Pak Suryo, Pak Yanuar, dan semuanya yang telah bekerja sama menyiapkan kejutan ini.

I love u all :* XOXO

Surprise party I

Hari itu dimulai dengan perasan kurang damai, mungkin karena agak terlambat bangun shubuh. Ya Allah, maafkan. Seperti biasa aktivitas berlanjut tanpa ada firasat apa pun. Hari sebelumnya, rasanya saya sedang dikejar sesuatu tanpa tahu apa yang mengejar, diskusi dengan Professor juga berakhir singkat, padat. Beberapa teman di Lab saat itu juga mengalami hal yang sama, sedang dikejar deadline untuk merampungkan presentasi project.

Pukul 1.45 tiba-tiba ada email masuk, dari prof, bunyinya cukup singkat, mengundang diskusi di kantornya pukul 2.00, berangkat dengan penuh semangat, sama sekali tak menyangka ternyata berakhir dengan rasa shock, karena pertama kalinya melihat dan mendengar beliau dalam state marah. Semuanya terasa super awkward.
Pulang ke rumah dengan menyisakan hati di lab, rasanya sungguh sulit untuk membayangkan akan bisa tidur nyenyak hari ini. Tak ada yang istimewa awalnya, hanya melihat lampu kamar masih menyala, yang tandanya juga Mbak Hasni, Roommate ku, salah satu mbakku di sini, masi belum terlelap.
Setelah lepas sepatu, dan membuka pintu masuk ke kamar utama, tiba-tiba dia bilang “tus, ayok makan eskrim ya”, sama sekali tak ada firasat, saya berjalan dengan damai menuju ruang balkon tempat kulkas, dan ketika daun pintu freezer saya buka. Taaraaaa, ternyata ada kotak kue ulang tahun es krim dan sebuah kado istimewa. Dan malam itu pun berakhir dengan surprise dari Mbak Hasni, orang pertama yang mengucapkan dan mendoakanku malam itu, ketika hari berganti. Terima kasih banyak Mbaaak ^^

Hari itu berakhir dengan indah, seindah hiasan kue dan lilin.
Ada manis, dan kesegaran yang membawa semangat baru.
Again, terima kasih kado istimewanya mbak :)

“Count your age by friends, not years. Count your life by smiles, not tears.”
― John Lennon

Saturday, April 5, 2014

Selamat Jalan Ayu

Hari ini beberapa artikel di detik, kompas, atau situs berita online lainnya memberitakan kecelakaan Kereta Api Malabar ditengah ramainya berita pemilihan umum. Sedih sekali rasanya, ada rasa sakit yang mendalam yang membuat air mata dan hati ini serasa ikut tersayat. Kasihan, dan trenyuh mendengar berita ini. Di saat PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sedang giat-giatnya berbenah, justru karena masalah alam bencana tidak dapat terelakkan.

Satu hal yang sungguh membuat air mata tak terbendung, dan menyedihkan adalah ternyata satu orang dari ketiga korban yang meninggal dunia adalah teman saya, teman seangkatan Intake 2012. Ayudya Kusumaningrum. sambil merinding saya menulis artikel ini. Dia bukan teman dekat saya, pun bukan teman satu departemen yang setiap hari bertemu. Tapi kami adalah teman seperjuangan seangkatan di PT. KAI. Dia adalah orang yang ramah, supel, penuh semangat dan cerdas. Tuhan mengambilnya, dia harus kembali padaNya mendahului kita semua.

Selamat jalan Ayu, semoga dilancarkan jalanmu ke sana, semoga Allah menerima segala amal ibadah dan mengampuni segala dosa, diberi tempat istimewa dan terbaik di sisi-Nya. Kebaikan, keceriaan, dan kenangan bersamamu akan kami kenang selalu, semoga keluarga diberi kesabaran dan ketabahan, dan anakmu yang sedang lucu-lucunya, yang bahkan belum genap satu tahun itu diberi kebahagiaan dan kesehatan selalu. Cinta dan kenangan indahmu akan menjadi semangat untuknya tumbuh dewasa dan menjadi anak yang berguna dan bermanfaat bagi orang di sekitarnya.

Selamat Jalan Ayu.....

Friday, April 4, 2014

Saturday, March 1, 2014

Reblog : A Letter from a Working Mother to a Stay-At-Home Mother, and vice versa

Dear Stay-At-Home Mum

Some people have been questioning what you do at home all day. I know what you do. I know because I’m a mum and for a while I did it too.

I know you do unpaid work, often thankless work, which starts the moment you wake up, and doesn’t even end when you go to sleep. I know you work weekends and nights, with no discernible end to your day or working week. I know the rewards are joyous but few.

I know that you seldom have a hot cup of coffee or tea. I know that your attention is always divided, often diverted from a moment to moment basis, and you cannot ever count on completing a task in the one go. I know that you probably don’t get any down time when you’re on your own at home, unless you have a single child who still naps in the daytime.

I know the challenges you deal with daily, usually with no peer support or backup. The toddler tantrums, the toilet training accidents, the food battles, the food on the floor, the crayons on the wall, the sibling rivalry, the baby that never seems to stop crying. I know how the work seems incessant, like an endless cycle – you shop for food, prepare it, cook it, attempt to feed it to your children, clean it off the floor, wash the dishes, and repeat in three hours.

I know you fantasise about having an hour to yourself to eat your lunch in peace, or about having an afternoon nap. I know you sometimes wonder if it’s all worth it, and feel envious of your friends who are having coffee breaks at work. I know that sometimes when your partner gets home in the evening after his work is done, he wants to put his feet up exactly when you need a break the most, and this can bring you to tears.

I know that you are misunderstood by so many who do not appreciate the difficulties of caring for small children on your own, all day, and refer to you as joining the “latte set”. They imagine you spend your day sipping coffee while your children play quietly. I know you miss your financial independence. I know you feel amused and sometimes annoyed when others proclaim “TGIF!” because to you every day is the same – there is no Friday, no break from your job. I know that many people do not understand that you work – you simply work an unpaid job at home.

SAHM, I don’t know how you do it. I admire your infinite patience, your ability to face each day cheerfully and bring joy into your children’s lives even when they wear you down. I admire your dedication to being a constant presence in your children’s lives even if it isn’t always easy. I admire the way you work without expecting any reward – no promotions, no fame, no salary. I know you want your children to feel important and loved, and SAHM, you do this the best.

I just wanted you to know that I understand. We’re both mothers. And I know.

Love from the trenches

Working Mum



Dear Working Mum

I know you sometimes get judged by others for leaving your children in the care of others to work. Some people imply that you don’t love your children as much as us SAHMs do, and that it’s best for children to be at home with their mothers.

How can they say this about you? I know you love your children just as much as any other mother. I know that going back to work was no easy decision. You weighed up the pros and cons, long before you conceived a baby. It has always been one of the most important decisions of your life. You thought about this even while you were in high school and were choosing subjects for Grade 11.

I see you everywhere. You are the doctor I take my children to when they are sick. You’re my child’s allergist, the one who diagnosed her peanut allergy. You’re the physiotherapist who treated my husband’s back. You’re the accountant who does our tax returns. My son’s primary school teacher. The director of our childcare centre. My daughter’s gymnastics teacher. The real estate agent who sold our house. What sort of world would it be if you hadn’t been there for us? If you had succumbed to the pressures of those who insisted a mother’s place had to be in the home?

I know you weigh up every job to see if it will suit your family. I know you wake up an hour before everyone else does, just so you can get some exercise done or some quiet time. I know that you have attended meetings after being up all night with your toddler. I know that when you come home in the evening, your “second shift” begins. The nay-sayers don’t understand that you run a household AND hold a job. You come home, cook dinner, bath your children and read them stories. You tuck them in and kiss them goodnight. You pay the bills, do the grocery shopping, the laundry, the dishes, just like every other mother does.

I know that you often feel guilty about having any more time away from your children so you sacrifice your leisure time. I know you can’t bring yourself to take a “day off” for yourself when your children are at daycare. I know you accept that work is your “time off” for now. I know that when you are at work you don’t waste a single minute. I know you eat your lunch at your desk, you don’t go out for coffee, and you show complete dedication and concentration to your job. You chose to be there after all. You want to be there.

I know how discerning you are about who is looking after your children, and that many long daycare centres offer excellent care. I know you only leave your children in a place where you confident they are loved and well looked after. I know that you spend many days caring for your children at home when they are sick, and sacrifice your pay. I know that you secretly enjoy these days, and revel in being able to be with your children.

I know that sometimes you feel guilty about not being there all the time. But WM, I know this. You are setting a wonderful example to your children. You are showing them that a woman can have a career, contribute in some way outside the home, and still be a loving mother. You are showing your daughters that they can do anything they want to do in life. You are displaying strength, endurance, dedication, tenacity, and you do it with so much joy and love.

I just wanted you to know I understand. Because we’re both mothers.

Love from the trenches

Stay-At-Home Mum

By : Carolyn

Carolyn is a medical doctor and researcher. She blogs about health and her journey to discover the Nirvana of work-family balance. She has a toddler and a three-year-old and a wonderful husband, and returned to full-time work/study in February 2014. In her “spare time” she enjoys running and the occasional eating of cupcakes.

Saturday, February 22, 2014

Happy Graduation Mbak Dini

Sedih, Bangga, dan ikut bahagia kalo melihat dan merayakan graduation ceremony. Sedih karena akan ditinggalkan salah satu keluarga ketemu gede yang di sini, ikut Bangga melihat salah satu rekan yang berjuang akhirnya berhasil lulus dengan memuaskan, ikut bahagia karena dengan lulus akhirnya Mbak Din bisa kembali ke ibu pertiwi, untuk mengabdi dan membagi Ilmunya demi Indonesia.

Selamat lulus selamat bahagia, selamat mengabdi dan mencerdaskan bangsa Mbak Din :). Bakal kangen sama lucunya mbak Din, sama baiknya mbak Din, sama bolu, jelly, dan kuekuenya mbak Din, sama coklat susu bikinannya mbak Din, sama kalemnya mbak Din, sama semua-semuanya. :'). Sekali lagi selamat mbak Din, sukses selalu ya, dunia akhirat. Segera ketemu mas-mas yang sholeh, ndang nikah, ndang punya dedek, ndang kembali ke sini lagi *buat liburan atau sekolah lagi :D



Congratulations mbak Din, It's not goodbye, It's time to fly ^^

Monday, January 20, 2014

Reblog : Nak, Ibu Ingin Bicara Soal Milih-milih Perempuan…

Artikel ini adalah artikel Milik Ellen Maringka, yang saya reblog karena sangat-sangat menarik dan bijak, *untuk pengingat anak cucu ^^

July, 2013
Rasanya hampir tidak dapat dipercaya sekarang ibu menulis soal ini kepada dua anak laki laki yang sangat membanggakan hati. Ibu tidak bisa lebih bersyukur atau meminta kepada Tuhan memperoleh putra yang lebih baik daripada kalian.  Kalian bertiga adalah anugerah terbesar dan terindah yang Tuhan berikan kepada ibu.  I could never ask for more…
Membesarkan kalian adalah masa masa terindah dalam hidupku, sekalipun itu harus ditukar dengan prospek perkembangan karir, ibu bahagia memilih menjadi ibu rumah tangga dan menyaksikan kalian tumbuh.
Pada akhirnya ibu harus bicara soal jodoh, mengingat saat ini  kalian sudah cukup pusing dikejar kejar cewek yang tentu saja mengagumi kualitas yang ada dalam diri kalian. You were brought up with lots of love and values  from your parents. Never forget that.
Rasanya ibu tidak harus  panjang lebar mengulang kembali bagaimana menjadi laki laki sejati . Satu kalimat sederhana mampu mengungkapkan petuah panjang soal itu  : Contohilah ayahmu.
Soal cewek, ibu dapat memahami rasa heran maupun kebingungan kalian. Wanita memang tidak mudah dipahami. Sampai detik ini juga ibu kadang sukar memahami diri sendiri. Itu bagian misteri perempuan yang justru menambah keindahannya. Satu pemahaman umum sederhana adalah wanita ingin disayangi dan dilindungi.
Soal selera secara fisik, ibu tidak perlu komen panjang lebar. Masing masing kalian memiliki selera berbeda, dan itu sah sah saja… Selera itu adalah hak prerogatif yang tidak bisa diganggu gugat. Yang pasti secara jujur ibu harus mengatakan bahwa inner beauty adalah hal terpenting, tapi inner beauty tanpa dibungkus dengan kulit luar yang apik akan menjadi kurang maksimal karena kalian sebagai laki laki sejati tidak mau merasa malu membawa istri dan mengenalkannya kepada orang lain, terutama sahabat dan keluarga. Kalian berdua sudah cukup dewasa untuk mengartikan ini…
Dari dulu ibu tidak pernah rewel soal berteman. Yang selalu ibu ingatkan adalah harus selalu baik dan sopan kepada orang lain. Berkawanlah sebanyak mungkin. Jangan memilih milih teman karena status sosialnya maupun dilihat dari uangnya. Tidak semua yang kaya itu baik, tidak semua yang miskin juga baik. Uang hanyalah sarana dan alat membeli sesuatu yang dibutuhkan dan diinginkan. Uang itu perlu, oleh karenanya aturlah uang dengan baik, dan jangan pernah membiarkan uang mengatur kalian, apalagi sampai bisa membeli hati nurani.
Entahlah kalau ibu ibu yang lain… tapi ketika menyangkut soal memilih jodoh, ibu harus minta maaf lebih dulu. Jujur ibu akan sanget bawel soal ini.  Ibu tidak pernah mungkin bisa benar benar objektif menilai wanita yang akan menjadi istri kalian, tapi sedapat mungkin ibu janji akan bersikap adil dan fair sebatas kemampuan ibu. You two know that I am a fair person. Ibu benci ketidak adilan.
Meskipun sejujurnya ibu sudah berulang kali mengatakan… rasanya tidak ada wanita yang cukup pantas mendapatkan kalian. Ini  adalah  ungkapan kebanggaan seorang ibu kepada anak laki lakinya. Overdosis ? mungkin memang kedengaran berlebihan… but I can’t help it. Kelak istri kalian juga akan merasakan hal yang sama jika kalian memiliki anak laki laki…
Memilih istri itu mungkin kurang lebih mirip dengan memilih mobil… Ada begitu banyak ragam jenis mobil dengan spesifikasi yang berbeda. Kenali diri kalian.. ketahui apa yang menjadi selera kalian.  Satu hal prinsip yang paling berbeda antara istri dan mobil adalah : Istri itu abadi. Tidak bisa ditukar tambah kapan saja kalian mau. When you get married, you married for life.
Jangan pernah menikah hanya karena merasa sudah umurnya harus menikah.Menikahlah karena kalian merasa pasti bahwa dengan dirinya kalian akan saling membahagiakan selamanya.
Ini yang bisa ibu katakan mengenai petunjuk umum secara garis besar ketika itu menyangkut calon istri…
-  Look for the right chemistry. Kalian akan tahu itu ketika bertemu dengan yang cocok. Kalian akan menyadari bahwa rasanya masuk akal kenapa selama ini yang lain kurang menarik, dan ada sesuatu yang rasanya kurang sebelum bertemu dengannya.
Ada pesona tersendiri yang dibawanya yang memang melekat dalam dirinya tanpa dibuat buat.  Ibu pikir dulu ayahmu jatuh cinta dengan ibu karena diantara teman teman calon dokternya yang lembut feminin, tiba tiba nongol seorang wanita yang lain dari yang lain. Yang bisa memanjat pohon dan berantem dengan sangat baik….  Rupanya pria kalem yang tenang itu tergeletak tak berdaya dengan seorang gadisblak blakan yang kalau makan tidak pernah malu malu, dan bisa menyatakan pendapatnya dengan jujur,  sekalipun harus berbeda… Siapa yang bisa menyangka ? Tanya ayahmu soal chemistry… ibu tidak pernah bosan mendengar cerita klasik bagaimana dia jatuh cinta dengan ibu…
- Nilai kebaikannya bukan semata dari cara dia memperlakukan kalian, tapi bagaimana dia memperlakukan orang lain, terutama mereka yang lebih tidak beruntung dari dirinya.
Tentu saja wanita akan baik kepada pria yang dicintainya.  Kebaikan sejati itu dinilai dari bagaimana dia bersikap dan memperlakukan orang lain. Apakah dia adil dan jujur ? Apakah dia penuh belas kasih ?  Bagaimana dia menghormati orang tua dan memperlakukan teman temannya ? Dengan siapa dia bergaul ?. Bagaimana gaya hidupnya ? Apakah dia bisa tersenyum sama lebarnya ketika diajak makan di restaurant mahal  ataupun di warung Tegal yang murah meriah ?.
Perlu waktu untuk menilai ini semua. Tapi kalau soal jodoh, selalu ibu katakan, jangan merasa diburu buru.  Take your time… give time enough time.
- Pilihlah wanita yang mampu menertawakan dirinya sendiri. Ini kemampuan hebat yang sangat perlu. Hidup ini akan membawa kalian kepada banyak masalah dan lika liku… Tapi tidak ada yang lebih menyenangkan daripada  hidup bersama dengan wanita yang mampu membuat kalian tertawa.
Pilihlah wanita yang bisa tertawa ketika kalian mengatakan “kartu ATM-ku tertelan lagi….
Selera humor yang baik itu bukan menertawakan orang lain, tapi lebih kepada bagaimana dia bisa menertawakan dirinya sendiri dan melihat sisi lucu dan baik dari segala sesuatu.  Pada akhirnya cinta yang bergelora itu akan stabil… kupu kupu yang terbang tak tentu arah dalam perut kalian ketika pertama jatuh cinta, akan hinggap dengan tenang dan menetap, digantikan dengan rasa nyaman yang  menyenangkan…, tapi perekat cinta yang awet adalah tertawa bersama menjalani kehidupan rumah tangga kalian.
- Menikahlah dengan wanita yang memiliki prinsip hidup yang baik dan menghormati prinsip prinsipnya. Dia tidak harus selalu setuju dengan kalian. Buat apa menikah dengan orang yang selalu mengatakan ya ? When two person always agree, one is not necessary…
Pilihlah wanita yang mampu menyikapi perbedaan pendapat, mampu menghargai perbedaan selera dan berkompromi secara fair…
Menikahlah dengan wanita yang mampu bicara jujur demi kebaikan.
- Ini yang terakahir, tapi bukan berarti tidak penting…. Menikahlah dengan wanita yang menghormati kalian. Ibu akan menjadi orang yang paling naik pitam jika kalian dikasari. Terutama di depan umum. Never .. ever let a woman be rude to you.
Ibu bisa mengatakan ini karena ibu mendidik kalian untuk selalu menghormati dan menghargai wanita.  Cinta tanpa penghargaan bagaikan mobil tanpa setir, tidak berguna.
Well, you know your mother.. ini dulu yang bisa ibu katakan. Mudah mudahan tidak ada lagi yang perlu ibu tambahkan  kecuali bahwa I love you and will always be proud of you , my sons.
For Russell and Reinhart, with unlimited love from your Mum.)


Wednesday, January 8, 2014

Sweet early unnamed gift ^^

This is my first post in This year.

Last night, I got special gift from my sisters. I call them sisters because they were definitely considered as my real sister here. The story begun when they asked me to go out for dinner. I said to them that I dont have money, "don obseo" in korean. However they still persistenly insist me to join them in dinner, because they had an important things. Firstly I didn't realize that there is anything wrong, but Suddenly Mbak din asked me to try wearing new shoes, well, where the h*ll this shoe come from ?

I just follow what they told me to do, and taraa, the shoes is very nice, although my food cant compromize, since it so hurt. Long story short, Mbak Din and Mbak Di just ask me to follow them, go some shoe store, to try some shoes whether I can find the good and suitable one for my special foot :D. Finally there is one shoes that actually fit on mine, but it's too expensive I think. and yeah, I just told them to buy another from Gm#rket. Yeah they sell several things cheaper than normal price we get from ordinary department store or supermarket. Yes, the deal is over we just leave the dept store and go back to reality.

I just go home as normally and usually I do, but, when I am in front of my door, there is one paperbag contains new shoes. Yes a cute brown furry boot. The actually find it by themselves and give it to me as special gift for my birthday. Yeah, this year I get my age added, but not now, not today nor this month. It is a couple of sweet gift, Thank you, thank you ^^

If if you realize what are we doing here, yeah we are doing this because we are done doing surprize thingy, we are too old for that. :D. Hope we all have great and wonderful years ahead. Do everything and finish everything well. And the most important thing is, we can survive and fight here. ^^. Fightiiiing

Anyway, thank you very very very much my lovely sisters, I owe you all my half life. :D