Ba'da maghrib, 8 Dzulqa'dah 1447, April 26th 2026
My uncle following my father, going back to your rahmah Oh Allah
life, journey, and my nano nano escapes
Ba'da maghrib, 8 Dzulqa'dah 1447, April 26th 2026
My uncle following my father, going back to your rahmah Oh Allah
Sudah sebulan berlalu sejak kembali dari Baitullah, tapi rasanya hati ini belum benar-benar pulang.
Ya Rabb, sungguh aku merindu. Rindu menapaki Masjidil Haram, rindu mencari shaf untuk menunggu waktu sholat, rindu berjalan menuju pintu no 100, rindu berangkat jam 2 dan menunggu di depan pintu 29 di masjid Nabawi, rindu atas rasa damai saat sujud di sana, rindu suasana yang sulit kugambarkan dengan kata. Ada rasa kangen, ada ruang kosong di dalam hati, seperti ada yang tertinggal di sana.
Setiap hari rasanya ingin kembali. Ingin lagi merasakan tenangnya Mekkah, damainya Madinah, dan haru saat memandang Ka’bah. Semoga Allah izinkan aku, ibu, dan adik-adikku untuk menjadi tamu-Nya lagi, secepatnya.
Afternoon, ba’da Duhr, 10 Dhu Al-Qi’dah 1446, May 8th 2025
He left us all, to get back to you ya Allah.
Ayah...
Terima kasih sudah berjuang dan kuat. Sungguh memiliki ayah yang sehat, kuat, dan aktif meskipun usia sudah lanjut adalah rahmat dari Allah yang tidak bisa dihitung.
Terima kasih sudah mengajarkan nilai-nilai baik, sejak kami kecil, mengajarkan bahwa setiap apa yang kita lakukan itu memiliki konsekuensi.
Ayah,
Terima kasih sudah mengajarkan untuk berbuat baik, menjadi baik, dan mengusahakan yang baik dimanapun berada, dalam situasi apapun.
Terima kasih sudah mengajarkan untuk selalu menjadi orang yang tulus.
Terima kasih sudah mengajarkan bahwa sebaik-baik penolong adalah Allah, jangan pernah bergantung pada orang, jangan pernah mengharapkan belas kasih dari orang lain.
Ayah,
Terima kasih sudah menjadi Ayahku...
Senin Kliwon, 29 Safar 1444, 26 September 2022
Selamat jalan kamu teristimewa,
Selamat kembali ke pangkuanNya.
Sudah tidak ada lagi rasa sakit, rasa sedih, yang ada hanya kasih-sayangNya di tempat yang jauh lebih baik.
Semoga engkau lapang dan bahagia di sana.
Sungguh Allah jauh lebih menyayangimu daripada kita semua yang ada di sini.
Terima kasih sudah berjuang selama ini.
InsyaAllah bertemu jika Allah menghendaki,
Khusnul khotimah untukmu, Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu.
Aaamiin.
Al-fatihah
Lately, I find myself affirming more and more that marriage might not be for me.
After everything that’s happened these past three months, that feeling has only grown stronger.
I struggle to accept how some people can act so harshly just because they’re unwell or going through tough times. Being single all this time has taught me a lot—especially about standing on my own and owning every choice I make.
Finding someone who shares the same frequency, the same values, isn’t easy. Even though my faith provides clear guidance on how life should be lived, meeting someone who truly shares that belief… only Allah knows the answer :)
Terhitung 4 bulan sejak deaktivate dan logout dari instagram. Kalau ada yang bertanya kemana, jawaban yang keluar adalah istirahat sejenak :D.
Entah kapan akan kembali, mungkin tidak dalam satu tahun ini, atau akan selamanya tutup akun? well let's see.
Yang paling terasa setelah memutuskan rehat dari instagram adalah berkurangnya screen-time secara signifikan. Salah satu godaan sepertinya ya klo ada ig, pasti ingin scroll-scroll timeline, cek discover, kepoin igs teman-teman, dll.
Lalu klo ga di instagram mainnya kemana?
Ternyata gantinya screen-time lain adalah twitter :D. lebih sering scroll timelinenya untuk update berita terkini, yang kontennya kadang mengarah ke link berita lengkapnya, dan banyak juga kadang thread menarik yang berisi tips kesehatan, review film, atau sekadar opini kritis tentan keadaan saat ini.
Setelah sekian bulan rehat dari ig jadi sadar ternyata saya lebih menikmati membaca daripada melihat foto atau postingan yang kadang infonya kurang concise. Well tapi sesekali masih cek discover dan beberapa akun-akun yang saya jadikan referensi karena kontennya yang edukatif.
Apapun medianya semoga kita selalu menemukan cara untuk belajar tanpa menguras energi, pikiran, dan perasaan ya.
Stay happy and healthy.