Saturday, April 25, 2026

A Day to Remember

Ba'da maghrib, 8 Dzulqa'dah 1447, April 26th 2026

My uncle following my father, going back to your rahmah Oh Allah

Thursday, July 17, 2025

Rindu..

Sudah sebulan berlalu sejak kembali dari Baitullah, tapi rasanya hati ini belum benar-benar pulang.

Ya Rabb, sungguh aku merindu. Rindu menapaki Masjidil Haram, rindu mencari shaf untuk menunggu waktu sholat, rindu berjalan menuju pintu no 100, rindu berangkat jam 2 dan menunggu di depan pintu 29 di masjid Nabawi, rindu atas rasa damai saat sujud di sana, rindu suasana yang sulit kugambarkan dengan kata. Ada rasa kangen, ada ruang kosong di dalam hati, seperti ada yang tertinggal di sana.

Setiap hari rasanya ingin kembali. Ingin lagi merasakan tenangnya Mekkah, damainya Madinah, dan haru saat memandang Ka’bah. Semoga Allah izinkan aku, ibu, dan adik-adikku untuk menjadi tamu-Nya lagi, secepatnya.

Sunday, June 29, 2025

A Day to Remember

Afternoon, ba’da Duhr, 10 Dhu Al-Qi’dah 1446, May 8th 2025

He left us all, to get back to you ya Allah.

Thursday, May 15, 2025

Surat untuk Ayah

 Ayah...

Terima kasih sudah berjuang dan kuat. Sungguh memiliki ayah yang sehat, kuat, dan aktif meskipun usia sudah lanjut adalah rahmat dari Allah yang tidak bisa dihitung. 

Terima kasih sudah mengajarkan nilai-nilai baik, sejak kami kecil, mengajarkan bahwa setiap apa yang kita lakukan itu memiliki konsekuensi.

Ayah, 

Terima kasih sudah mengajarkan untuk berbuat baik, menjadi baik, dan mengusahakan yang baik dimanapun berada, dalam situasi apapun. 

Terima kasih sudah mengajarkan untuk selalu  menjadi orang yang tulus.

Terima kasih sudah mengajarkan bahwa sebaik-baik penolong adalah Allah, jangan pernah bergantung pada orang, jangan pernah mengharapkan belas kasih dari orang lain. 

Ayah, 

Terima kasih sudah menjadi Ayahku...

Monday, September 26, 2022

Selamat jalan..

Senin Kliwon, 29 Safar 1444, 26 September 2022


Selamat jalan kamu teristimewa,

Selamat kembali ke pangkuanNya.

Sudah tidak ada lagi rasa sakit, rasa sedih, yang ada hanya kasih-sayangNya di tempat yang jauh lebih baik. 

Semoga engkau lapang dan bahagia di sana. 

Sungguh Allah jauh lebih menyayangimu daripada kita semua yang ada di sini. 

Terima kasih sudah berjuang selama ini. 

InsyaAllah bertemu jika Allah menghendaki, 

Khusnul khotimah untukmu, Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu. 

Aaamiin.

Al-fatihah

Sunday, September 18, 2022

About Marriage..

Lately, I find myself affirming more and more that marriage might not be for me.

After everything that’s happened these past three months, that feeling has only grown stronger.

I struggle to accept how some people can act so harshly just because they’re unwell or going through tough times. Being single all this time has taught me a lot—especially about standing on my own and owning every choice I make.

Finding someone who shares the same frequency, the same values, isn’t easy. Even though my faith provides clear guidance on how life should be lived, meeting someone who truly shares that belief… only Allah knows the answer :)

Istirahat Sejenak

Terhitung 4 bulan sejak deaktivate dan logout dari instagram. Kalau ada yang bertanya kemana, jawaban yang keluar adalah istirahat sejenak :D.
Entah kapan akan kembali, mungkin tidak dalam satu tahun ini, atau akan selamanya tutup akun? well let's see.

Yang paling terasa setelah memutuskan rehat dari instagram adalah berkurangnya screen-time secara signifikan. Salah satu godaan sepertinya ya klo ada ig, pasti ingin scroll-scroll timeline, cek discover, kepoin igs teman-teman, dll. 

Lalu klo ga di instagram mainnya kemana? 

Ternyata gantinya screen-time lain adalah twitter :D. lebih sering scroll timelinenya untuk update berita terkini, yang kontennya kadang mengarah ke link berita lengkapnya, dan banyak juga kadang thread menarik yang berisi tips kesehatan, review film, atau sekadar opini kritis tentan keadaan saat ini. 

Setelah sekian bulan rehat dari ig jadi sadar ternyata saya lebih menikmati membaca daripada melihat foto atau postingan yang kadang infonya kurang concise. Well tapi sesekali masih cek discover dan beberapa akun-akun yang saya jadikan referensi karena kontennya yang edukatif. 

Apapun medianya semoga kita selalu menemukan cara untuk belajar tanpa menguras energi, pikiran, dan perasaan ya. 

Stay happy and healthy. 


Medical Checkup

Jam 5:57, bangun kali ke-3 pagi ini. Mata ini ingin melanjutkan tidur, tapi teringat klo wajib datang ke lab untuk medical checkup rutin 2 tahunan. 

Seperti tahun-tahun sebelumnya saat datang ke lab isi form ini itu, lanjut verifikasi data dan konsultasi awal adalah wajib sebelum bisa mulai prosedur checkup. Seperti 2 tahun sebelumnya kali ini paket tambahan yang kupilih adalah +50,000KRW yang termasuk pemeriksaan endoskopi untuk sistem pencernaan atas.

Setelah semua data terverifikasi, petugas akan mengarahkan kita ke ruang ganti. Di sini masing-masing akan diberikan satu set pakaian standar yang akan memudahkan proses cek-up, dan binder yang berisi lembaran-lembaran dokumen yang sebelumnya sudah terisi identitas yang akan diisi di masing-masing step pemeriksaan.

Proses pemeriksaan dilakukan dengan mengikuti arahan, masuk ruang ketika dipanggil mengikuti antrean di kursi masing-masing ruangan. 

Pemeriksaan pertama adalah cek tinggi badan, berat badan, dan tensi darah kemudian dilanjutkan dengan X-Ray. Setelah itu lanjut ke usg, cek bone density, dan pengambilan sampel darah dan urin. Untuk urin dokter akan memberikan 1 gelas kertas dan tube kaca, untuk darah, dokter akan mengambil 2 tube, btw ini terasa sakit ternyata klo kita lama ga disuntik hahahha. 

Lanjut ke pemeriksaan mata, pendengaran, kemudian body measurement, lalu ke doker obgyn yang biasanya bagi orang yg virgin hanya berisi konsultasi. 

Step terakhir adalah endoskopi, nah di bagian ini akan ada penjelasan dari dokter risiko, proses yang akan dilakukan, dan apa saja yang akan diperiksa selama endoskopi berlangsung. Lagi-lagi disuntik untuk input anestesi, dan diminta untuk meminum cairan semacam jelly untuk membantu proses input selang dan reflektor selama proses endoskopi.

Setelah 30 menit proses pemeriksaan dan terbangun dari bius, dilanjutkan dengan konsultasi dokter. Cukup kaget karena banyak banget catatan tak seperti 2 tahun sebelumnya yang hasilnya "normal". Pertanyaan pertama adalah apakah sering makan terlalu malam? makan pedas dan asam? well ternyata dari pemeriksaan terindikasi ada "reflux esophagitis", GERD, dan semacamnya. Agak kaget karena selama ini tidak pernah merasakan keluhan apa-apa hahaha.

Dari hasil ini entah psikomatis atau apa perut jadi bergejolak, merasa sadar ada yang kurang tepat yang terjadi di lambung. Ini jadi catatan diri klo ga boleh makan terlalu malam, kurangin kopi, pedas, dan asam. 

Andai saja tidak med-check mungkin tak akan sadar klo perih di perut sama mual yang kadang-kadang datang ini adalah GERD/reflux esophagitis hahaha. Sepertinya ini cara Allah mengingatkan untuk hidup lebih sehat, jaga makan dan lifestyle. 

Semoga kita semua istiqomah hidup sehat, karena kadang kita baru sadar dan mensyukuri betapa nikmatnya sehat ketika sudah dihadapkan pada kesakitan. 

Thursday, August 18, 2022

Kosong

 Sudah hari kamis, yang berarti esok adalah Jumat dan menyambut akhir pekan.

Jika ada yang menanyakan bagaimana minggu mu, yang bisa kujawab adalah doing nothing particular, iya sepertinya tidak ada hal khusus yang kukerjakan dalam minggu ini. 

Di kantor sedikit idle, sedang menunggu dijadwalkan untuk didispatch ke kantor client minggu depan. Hari demi hari isinya adalah browsing, review materi kajian, mengerjakan evaluasi harian, dan begitulah berulang-ulang tanpa ada progress berarti. 

Ada buku yang sedang kubaca, Atomic Habit. Melihat progress di Kindle sebenarnya sudah mencapai 50% tapi motivasi untuk lanjut membaca dan menyelesaikannya seperti tersesat di jalan, belum menemukan jalurnya lagi. 

Pernahkah kalian mengalami hal ini? Biasanya apa yang kalian lakukan? 


Tuesday, June 7, 2022

Bercerita

Selasa adalah jadwal rutin kelas tahsin.

Seperti semester sebelumnya pertemuan pertama selalu dimulai dan diwarnai dengan perkenalan mbak2 dan ibu2 sekelas sebelumnya dan yang baru bergabung semester ini. 

Menariknya dari kelas tahsin ini adalah kami semua berada di belahan dunia lain selain Indonesia, yang berarti banyak cerita menakjubkan di sana.

Sungguh rasa excited itu tak bisa disembunyikan, mendengar cerita dari mbak2 dan ibu2 sekalian yang begitu wow, bagaimana mereka berjuang di negara minoritas, segala pengalaman dan tantangan yang entah kenapa selalu membuat diri ini menyadari ternyata pengalaman sekarang belum ada apa-apanya, maennya ternyata masih belum sejauh itu.

Hal yang bikin nervous adalah ketika tiba giliran bercerita dan berkenalan. Masih kagum dengan mbak2 dan ibu2 sekalian bagaimana mereka bisa menyusun kata semenarik itu, sedangkan diriku menjadi yang selalu seperti orang yang sedang membaca bullet poin sebuah informasi.

Lagi-lagi disadarkan kalo belajarnya selama ini memang masih belum dalam, terutama ilmu menyusun kata, ilmu bercerita.

Wednesday, June 1, 2022

Change

 I am no longer accepting the things I cannot change. I am changing the things I cannot accept - Angela Davis

 

Thursday, May 26, 2022

Kalau nanti masuk surga..

Saat nunggu bis 421 datang, sambil nonton pemandangan foreigner itaewon  antre di depan restoran taco tiba-tiba random

  • T: Klo kita nanti di surga InsyaAllah, kalian kepikiran ga apa yg ga boleh dilakukan di sini tapi pengen dilakukan di sana.
  • I: hmm apa ya, ini yang ga boleh di sini ya
  • T: Iya, yang ga boleh
  • F: Apa ya mbak, mm oiya di surga itu kan ada sungai yang mengalir di dalamnya semacam wine, mm kayaknya itu
  • I: Kalo aku kayaknya pengen foto-foto bareng temen-temen ceweku ga berjilbab trus dengan hairstyle unik beda-beda
  • F: Kalo mbak apa?
  • T: Aku pengen bikin tato wkwkwk, sama pengen pergi ke gunung bareng temen-temen cewe pake short sama sleeveless XD


Thursday, May 19, 2022

Mudik Sejenak

Lupa kalo blog ini ada :lol:

Hari ini 2022.05.19,  ngantor lagi setelah 2 mingguan kemarin mudik dadakan. Dadakan karena inginnya sudah lama, tapi beli tiketnya baru h-5 sebelum keberangkatan *tolong jangan ditanya harganya, nanti jadi lirik tabungan buat umroh

Awalnya gimana? 

Jadii ketika masuk bulan puasa sebenernya sudah ada niat untuk mudik. Tapi mikir  karena ada issue mau nugas ke Jakarta yang biasanya ga ada kejelasan sampai h-2, jadi belum gerak(browsing tiket, sounding ke pak bos buat apply cuti, bilang ibuk kalo mau pulang). Tapi karena sudah tak terbendung, puasaan minggu ke-2 akhirnya memberanikan diri nanya ke Pak PM, apakah ada jadwal bistrip ke jakarta, dan kalo blm pasti mau pake cuti terusan dua minggu *bonus krn uda > 5 tahun di kantor*.

Sambil nunggu kabar browsing tiket PP ICN-SUB awalnya happy karena harganya mendekati normal, tapi karena nunggu OK dari pak PM 3 hari kemudian jadi melangit karena barengan sama pengumuman cuti lebaran dari pemerintah Indo yang diperpanjang. 

Alhamdulillah akhirnya terbeli dan langsung ngabarin ibuk klo insyaAllah jadi pulang pas lebaran, yang selanjutnya jadi ngabarin temen2 deket juga buat jadwalin ketemuan. 

Persiapan & sepanjang perjalanan

Seperti pattern mudik biasanya, begitu tanggal keberangkatan ada, jari ini langsung lincah checkout sana sini, baik marketplace indo, marketplace korea, nyiapin yg akan dibawa dari KOR-IND dan sebaliknya dari IND-KOR. *lirik saldo kartu yg sudah di garis merah.

H-1 sebelum berangkat pas sama Idul Fitri. Alhamdulillah bisa sholat ied berjamaah di masjid Indonesia di singil trus lanjut ke Siheung ke rumah mbak dwi karena ada jamuan  dan kumpul2 sementara packing blm selesai hahaha. 

Sepulangnya  dari Siheung lanjut mampir ke incheon airport buat test PCR buat dibawa besok, print sertifikat vaksinasi, cek peduli lindungi, sama mikirin gimana berangkatnya. 

Hari H - sekian jam. Syukurlah packing selesai, jadi 1 koper bagasi 28K, 1 koper kabin 11K, dan 1 ransel. Setelah dhuhuran langsung cuss naksi dari rumah ke Hongik  University Stn, lanjut kereta bandara, sampai bandara antre check-in sambil ngerjain task 😆 

Di pesawat ga ada yang spesial, as expected servicenya SQ selalu OK, moslem mealnya juga enak, dan waktu transit sempet mampir ke jewel sebentar meskipun waterfall-nya udah ga nyala dan mallnya tutup.


bersambung...




 

Wednesday, May 18, 2022

Mama yang "kece"

Me : Mbak ca, aku pokoknya nanti harus jadi mama yang kece?
Mbak Aca : Ha, knapa tiba-tiba kamu ngobrolin jadi mama yang kece?
Me : haha, gpp, pokoknya aku pingin jadi mama yang kece mbak ca
Mbak Aca : Iyo, definisikan apa itu kece cusaa? please enlighten me, give concrete definition for "kece"
Me : haduuh, pokoknya banyak mbak caa, terlalu banyak dan panjang definisinya
Mbak Aca : haha, 
Obrolan malam ini disponsori oleh foto-foto di FB

Tuesday, January 27, 2015

Back for Good

Tadi malam, kami beberapa teman PNU bebarengan mengantarkan salah satu teman yang lulus semester ini, Arif, yang akan back for good ke Indonesia, dari Incheon pagi ini. Karena jarak incheon dan busan hampir seperti Surabaya-Jogja, untuk ke sana harus naik bis khusus ke bandara.

Seperti biasa, perpisahan diwarnai dengan ngobrol, dan menyampaikan pesan-pesan sebelum meninggalkan Busan, semoga kita masih ada usia untuk bertemu lagi di Surabaya, di ITS lebih tepatnya ya rif, :').

Well, I am always bad at goodbye, sampai kamu naik pesawat, semoga kamu ga tau kalo sempet mewek dikit, *dikit tapi kok, haha.

Jadi inget pesan terakhir : @Mbak Tus : dikurangin momen mengharukannya ya mbak :D. Yaelah, itu udah bawaan lahir kali rif, sulit diilangin, haha.

But anyway, have a safe flight yaa, kabar-kabar kalo uda sampai di Indo, semoga sukses selalu rif,

@Teriman Nopo, nganter arif



Sunday, December 14, 2014

Kenangan - Intake 2012

Entah ada angin apa, tiba-tiba pas bersihin file-file lama nemu foto ini. Lupa tepatnya kapan, tapi yang jelas ini diambil ketika kita lagi ikutan Diklat Pribadi Efektif, temen-temen seperjuangan Intake 2012 KAI pasti inget banget momen ini, :D

Yang paling ngena dari perjuangan di diklat ini adalah malam terakhir, ketika kita dijadiin satu ditengah lapangan, dan satu-persatu teman kita diambil. beuh rasanya, kayak uda ga ada hari besok, >.< dan kayaknya kita beneran mau dipisahin. hahaha

Kalo inget inget kejadian itu, rasanya drama banget, tapi lucu juga, :D mewek-mewek dah. Dan diakhir sesi ketika kita sudah diambil sana, kita diwajibkan buat menyampaikan pesan-pesan buat orang yang kita sayang, buat menyampaikan rasa syukur. 

Ah, kebersamaan itu, membuatku tiba-tiba kangen temen-temen KAI, 
apakabar kalian semua? sudah berapa ponakan yang aku punya yaa. 

Sukses buat kalian semua teman !! 


Jatuh cinta pada - Chandelier - Sia

Sejak pertama kali single ini dirilis, rasanya belum bosan mendengarnya, Versi yang paling saya suka adalah Piano Versionnya Sia, well, I prefer Original sia version daripada versi coveran lainnya.
Enjoyy !!


Party girls don't get hurt
Can't feel anything,
when will I learn?
I push it down, push it down I'm the one
"for a good time call"
Phone's blowin' up, ringin' my doorbell
I feel the love,
feel the love

 1, 2, 3, 1, 2, 3, drink
1, 2, 3, 1, 2, 3, drink
1, 2, 3, 1, 2, 3, drink
Throw 'em back 'til I lose count

 I'm gonna swing from the chandelier, from the chandelier
I'm gonna live like tomorrow doesn't exist
Like it doesn't exist
I'm gonna fly like a bird through the night,
feel my tears as they dry

I'm gonna swing from the chandelier, from the chandelier

 But I'm holding on for dear life, won't look down, won't open my eyes
Keep my glass full until morning light,
'cause I'm just holding on for tonight Help me,
I'm holding on for dear life, won't look down, won't open my eyes

Keep my glass full until morning light,
'cause I'm just holding on for tonight
On for tonight Sun is up, I'm a mess
Gotta get out now, gotta run from this
Here comes the shame, here comes the shame

 1, 2, 3, 1, 2, 3, drink
1, 2, 3, 1, 2, 3, drink
1, 2, 3, 1, 2, 3, drink

 Throw 'em back 'til I lose count

 I'm gonna swing from the chandelier,
from the chandelier
I'm gonna live like tomorrow doesn't exist
 Like it doesn't exist

I'm gonna fly like a bird through the night,
feel my tears as they dry
I'm gonna swing from the chandelier,
from the chandelier

But I'm holding on for dear life, won't look down, won't open my eyes
Keep my glass full until morning light,
'cause I'm just holding on for tonight Help me,
I'm holding on for dear life,
won't look down, won't open my eyes
Keep my glass full until morning light,
 'cause I'm just holding on for tonight
On for tonight On for tonight
'Cause I'm just holding on for tonight
Oh, I'm just holding on for tonight On for tonight
On for tonight
'Cause I'm just holding on for tonight
'Cause I'm just holding on for tonight
Oh, I'm just holding on for tonight On for tonight On for tonight

Wednesday, December 10, 2014

Tentang definisi lain narsis

barusan saja saya selesai membaca artikel mbak Ellen Marinka di kompasiana yang judulnya Mau Sukses Ya Harus Narsis 
Sungguh menarik, beliau membuat definisi lain dari narsis yaitu (Nyaman,  Terencana, Sistematis).
Membacanya seolah menambahkan catatan dan nasihat untuk sendiri. Selain itu membuat diri bertanya juga, apakah sudah mengikuti guideline ini?

Membaca bagian definisi "Nyaman", jadi teringat ketika jaman SD atau SMP dulu, seperti anak normal lain, ada kalanya menginginkan sesuatu, baik barang atau non barang lain bukan karena diri sendiri tetapi karena orang lain telah mengalami atau memilikinya. Ya namanya saja anak kecil *ketika itu usia saya masih 12 tahun*. Sedikit ingin menertawakan diri sendiri jadinya kalo mengingat masa itu.

Seiring berjalannya waktu, dan tempaan hidup, sesuatu yang dimiliki orang lain sudah bukan lagi menjadi hal yang menarik. Berangsur, berubah menjadi pertimbangan dan pemikiran apa yang sudah bisa kita capai sendiri.

Kedua tentang "Terencana", jujur, bahkan sampai saat ini ada kalanya saya dihadapkan pada rasa penyesalan karena luput memanfaatkan waktu atau kesempatan yang ada sebelumnya dengan optimal. kadang-kadang berakhir dengan "andai saja...." Ah, kadang ini yang bikin kesal, :D
Semoga penyesalan ini tak sering terulang, let's do our best

Dan terakhir tentang "Sistematis", hmmm, sulit dijelaskan. Apa iya karena natur nya wanita itu terkadang kurang sistematis, kurang logis, dalam berpikir dan bertindak, yang selalu mengedepankan perasaan, dan terlalu sering berada pada situasi "jam goblok" yang tak bisa berpikir jernih ?
Sebisa mungkin ingin menghindari hal ini. Setidaknya harus belajar.

Well, selamat narsis :D

Tuesday, September 30, 2014

[Reblog] 10 Hal yang harus anda tulis sebelum anda mati

Reblog dari sini ^^

artikel yang ditulis oleh : Natalia Sagita

  • Kebanyakan orang terlalu sibuk dengan kehidupan untuk berpikir tentang kematian, tetapi sedikit pemikiran dapat membuat perbedaan besar dalam cara Anda meninggalkan kehidupan ini. Pertimbangkan 10 saran berikut sebagai kemungkinan untuk memudahkan transisi akhir itu.
  • 1. Tuliskan riwayat hidup Anda

    Baik dalam bentuk jurnal, sejarah hidup maupun hanya kenangan acak, keturunan Anda akan selamanya bersyukur karena Anda telah meluangkan waktu untuk mencatatnya. Ini merupakan kenang-kenangan indah dan akan menjadi warisan berharga.
  • 2. Tuliskan kata sandi Anda

    Dalam era komputer ini, kita punya kata sandi yang berbeda untuk setiap akun dan menggantinya secara rutin. Jika sesuatu terjadi pada Anda, apakah keluarga Anda akan mampu mengakses akun Anda untuk tetap memperbaruinya atau menutupnya? Memiliki buku catatan kecil dengan informasi ini akan menghilangkan kebingungan dan kekacauan, bahkan saat Anda masih hidup.
  • 3. Catatlah peristiwa-peristiwa rohani yang berharga dalam kehidupan Anda

    Sebutlah ini momen “aha” dari pemahaman mendalam dan wahyu pribadi serta kilasan sukacita sepenuhnya. Mengapa membiarkan anak dan cucu Anda bergumul untuk mendapatkan kejelasan dan pemahaman yang telah Anda peroleh?
  • 4. Tuliskan nama orang dalam foto-foto Anda

    Setelah menerima banyak album foto dari orang tua, kakek-nenek, dan buyut saya, saya merasa sedih karena memiliki banyak foto keluarga yang bagus tetapi tidak tahu siapa yang berada di dalamnya. Bertahun-tahun dari sekarang, keturunan Anda tidak akan tahu siapa orang-orang yang ada dalam foto Anda meskipun sekarang orang-orang itu dekat dengan Anda sekarang. Demikian juga, pusaka keluarga hendaknya diberi label dengan sejarahnya.
  • 5. Catatlah keinginan terakhir Anda

    Ini merupakan tindakan kasih untuk menyampaikan keinginan terakhir Anda dan untuk pemakaman Anda kepada keluarga. Anda juga dapat menulis obituari Anda sendiri. Ini akan memberikan kedamaian besar bagi mereka dalam masa kesedihan mereka.
  • 6. Catatlah resep Anda

    Ibu saya meninggal dunia sebelum anak-anak saya lahir, tetapi setiap pagi Natal kami merasakan kehadirannya karena saya membuat hidangan sarapan Natal kegemarannya. Resep yang penting bagi keluarga Anda dapat diwariskan dan akan dihargai sama seperti koleksi piring antik nenek, dan dapat digunakan dengan penuh cinta oleh generasi mendatang.
  • 7. Siapkan surat wasiat dan surat kuasa

    Menurut Suze Orman, seorang ahli keuangan, "Sebuah surat wasiat akan menentukan ke mana aset Anda akan diwariskan setelah kematian Anda. Tetapi bagaimana jika Anda jatuh sakit dan tidak mampu mengurus diri sendiri dan perlu seseorang untuk mengurus keuangan Anda? Aturlah sebuah surat kuasa jangka panjang – sebuah dokumen yang memungkinkan Anda untuk menunjuk seseorang untuk mengelola semua urusan keuangan dan hukum Anda atas nama Anda apabila suatu hari kelak Anda tidak mampu melakukannya. Waktu dan uang yang Anda berikan untuk melakukan hal-hal ini akan sangat bermanfaat bagi Anda dan orang-orang yang Anda kasihi."
  • 8. Tuliskan silsilah Anda

    Betapa mudahnya bagi Anda untuk mengingat nama-nama dan tanggal-tanggal penting keluarga Anda sementara setiap generasi berikutnya akan kesulitan menemukan informasi itu. Bahkan jika Anda tidak tertarik pada silsilah, ada nilai berharga dalam mencatat informasi ini bagi keturunan Anda.
  • 9. Tuliskan bagaimana Anda ingin barang-barang pribadi Anda dibagikan

    Setelah ibu saya meninggal dunia mendadak, ayah saya tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan semua barang pribadinya, dan istri barunya tidak peduli akan barang-barang itu. Kenangan berharga diberikan secara sembarangan atau hilang dalam kebingungan. Mudahkan keluarga yang Anda tinggalkan untuk menghormati keinginan Anda dengan mencatatnya.
  • 10. Ekspresikan kasih dan penghargaan Anda bagi orang-orang yang Anda kasihi dengan tulisan

    Kata-kata yang terucap pudar seiring berjalannya waktu, tetapi kata-kata yang tertulis akan bertahan lama. Setiap kali saya membaca kata-kata penuh kasih dalam surat terakhir kakek saya sebelum kematiannya, hati saya dihangatkan dengan kasihnya yang nyata dan saya merasa seolah-olah dia masih berada bersama saya.
    Meskipun penyakit dan kematian dapat mendatangkan kesedihan dan perubahan yang tidak terduga dalam kehidupan kita, kita dapat meringankan dampaknya dan menghibur orang-orang terkasih kita melalui kata-kata tertulis. “Jika Anda tidak ingin dilupakan setelah Anda mati dan membusuk, tuliskan hal-hal yang layak dibaca atau lakukan hal-hal yang layak ditulis.” Benjamin Franklin
    Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Natalia Sagita dari artikel asli "10 things you should write down before you die" karya Nancy L.B. Lundgreen.

Wednesday, July 30, 2014

Extraordinary Minnyeong

Ditengah perjalanan menuju rumah, tiba-tiba dari belakang ada orang yang memanggil, suaranya tak kukenal, wajahnya pun tak familiar. Tiba-tiba saja perempuan itu menawarkan tangannya untuk membantuku membawa temuan barang-barang hibah dari gedung sebelah.
Kesekian kalinya, aku bertemu orang Korea yang beneran baik hati, bukan karena dia misionaris, atau punya maksud sadis.

Dengan bahasa inggris terbata, dia berusaha menceritakan dan menanyakan yang ingin dia tau tentangku. Dia bercerita, dia adalah lulusan hukum, usianya tak muda lagi, 32 tahun. Dia memiliki junior yang mengambil bidang minat yang sama denganku, Computer Engineering. Beberapa Segalanya tampak normal, sampai akhirnya kami bertukar nomor telepon, dia tak seperti orang korea pada umumnya yang membawa smartphone kemana-mana. Bahkan nomornya sendiri pun dia tak hafal. Dia menuliskan nomorku di note kecil dengan crayon, satu-persatu dengan ukuran sekitar 72pts jika ditulis di Ms. Word,  dan pada akhirnya kuketahui dari profil kakaonya, ternyata dia bukan orang yang seperti kita, dia orang yang luar biasa, yang sepertinya tergabung dari komunitas orang-orang luar biasa lainnya.

Salam kenal Jeon Min Yeong, nice to see you, :)
Kau adalah orang baik hati, karena hatimu sama sekali tidak tercemari dan terdoktrin bahwa segala kebaikan itu dilakukan dengan mengharapkan imbalan. You have true heart, I can see it from the beginning when you give your hand to help me.
Thank you..~~