Thursday, May 19, 2022

Mudik Sejenak

Lupa kalo blog ini ada :lol:

Hari ini 2022.05.19,  ngantor lagi setelah 2 mingguan kemarin mudik dadakan. Dadakan karena inginnya sudah lama, tapi beli tiketnya baru h-5 sebelum keberangkatan *tolong jangan ditanya harganya, nanti jadi lirik tabungan buat umroh

Awalnya gimana? 

Jadii ketika masuk bulan puasa sebenernya sudah ada niat untuk mudik. Tapi mikir  karena ada issue mau nugas ke Jakarta yang biasanya ga ada kejelasan sampai h-2, jadi belum gerak(browsing tiket, sounding ke pak bos buat apply cuti, bilang ibuk kalo mau pulang). Tapi karena sudah tak terbendung, puasaan minggu ke-2 akhirnya memberanikan diri nanya ke Pak PM, apakah ada jadwal bistrip ke jakarta, dan kalo blm pasti mau pake cuti terusan dua minggu *bonus krn uda > 5 tahun di kantor*.

Sambil nunggu kabar browsing tiket PP ICN-SUB awalnya happy karena harganya mendekati normal, tapi karena nunggu OK dari pak PM 3 hari kemudian jadi melangit karena barengan sama pengumuman cuti lebaran dari pemerintah Indo yang diperpanjang. 

Alhamdulillah akhirnya terbeli dan langsung ngabarin ibuk klo insyaAllah jadi pulang pas lebaran, yang selanjutnya jadi ngabarin temen2 deket juga buat jadwalin ketemuan. 

Persiapan & sepanjang perjalanan

Seperti pattern mudik biasanya, begitu tanggal keberangkatan ada, jari ini langsung lincah checkout sana sini, baik marketplace indo, marketplace korea, nyiapin yg akan dibawa dari KOR-IND dan sebaliknya dari IND-KOR. *lirik saldo kartu yg sudah di garis merah.

H-1 sebelum berangkat pas sama Idul Fitri. Alhamdulillah bisa sholat ied berjamaah di masjid Indonesia di singil trus lanjut ke Siheung ke rumah mbak dwi karena ada jamuan  dan kumpul2 sementara packing blm selesai hahaha. 

Sepulangnya  dari Siheung lanjut mampir ke incheon airport buat test PCR buat dibawa besok, print sertifikat vaksinasi, cek peduli lindungi, sama mikirin gimana berangkatnya. 

Hari H - sekian jam. Syukurlah packing selesai, jadi 1 koper bagasi 28K, 1 koper kabin 11K, dan 1 ransel. Setelah dhuhuran langsung cuss naksi dari rumah ke Hongik  University Stn, lanjut kereta bandara, sampai bandara antre check-in sambil ngerjain task 😆 

Di pesawat ga ada yang spesial, as expected servicenya SQ selalu OK, moslem mealnya juga enak, dan waktu transit sempet mampir ke jewel sebentar meskipun waterfall-nya udah ga nyala dan mallnya tutup.


bersambung...




 

Wednesday, May 18, 2022

Mama yang "kece"

Me : Mbak ca, aku pokoknya nanti harus jadi mama yang kece?
Mbak Aca : Ha, knapa tiba-tiba kamu ngobrolin jadi mama yang kece?
Me : haha, gpp, pokoknya aku pingin jadi mama yang kece mbak ca
Mbak Aca : Iyo, definisikan apa itu kece cusaa? please enlighten me, give concrete definition for "kece"
Me : haduuh, pokoknya banyak mbak caa, terlalu banyak dan panjang definisinya
Mbak Aca : haha, 
Obrolan malam ini disponsori oleh foto-foto di FB

Tuesday, January 27, 2015

Back for Good

Tadi malam, kami beberapa teman PNU bebarengan mengantarkan salah satu teman yang lulus semester ini, Arif, yang akan back for good ke Indonesia, dari Incheon pagi ini. Karena jarak incheon dan busan hampir seperti Surabaya-Jogja, untuk ke sana harus naik bis khusus ke bandara.

Seperti biasa, perpisahan diwarnai dengan ngobrol, dan menyampaikan pesan-pesan sebelum meninggalkan Busan, semoga kita masih ada usia untuk bertemu lagi di Surabaya, di ITS lebih tepatnya ya rif, :').

Well, I am always bad at goodbye, sampai kamu naik pesawat, semoga kamu ga tau kalo sempet mewek dikit, *dikit tapi kok, haha.

Jadi inget pesan terakhir : @Mbak Tus : dikurangin momen mengharukannya ya mbak :D. Yaelah, itu udah bawaan lahir kali rif, sulit diilangin, haha.

But anyway, have a safe flight yaa, kabar-kabar kalo uda sampai di Indo, semoga sukses selalu rif,

@Teriman Nopo, nganter arif



Sunday, December 14, 2014

Kenangan - Intake 2012

Entah ada angin apa, tiba-tiba pas bersihin file-file lama nemu foto ini. Lupa tepatnya kapan, tapi yang jelas ini diambil ketika kita lagi ikutan Diklat Pribadi Efektif, temen-temen seperjuangan Intake 2012 KAI pasti inget banget momen ini, :D

Yang paling ngena dari perjuangan di diklat ini adalah malam terakhir, ketika kita dijadiin satu ditengah lapangan, dan satu-persatu teman kita diambil. beuh rasanya, kayak uda ga ada hari besok, >.< dan kayaknya kita beneran mau dipisahin. hahaha

Kalo inget inget kejadian itu, rasanya drama banget, tapi lucu juga, :D mewek-mewek dah. Dan diakhir sesi ketika kita sudah diambil sana, kita diwajibkan buat menyampaikan pesan-pesan buat orang yang kita sayang, buat menyampaikan rasa syukur. 

Ah, kebersamaan itu, membuatku tiba-tiba kangen temen-temen KAI, 
apakabar kalian semua? sudah berapa ponakan yang aku punya yaa. 

Sukses buat kalian semua teman !! 


Jatuh cinta pada - Chandelier - Sia

Sejak pertama kali single ini dirilis, rasanya belum bosan mendengarnya, Versi yang paling saya suka adalah Piano Versionnya Sia, well, I prefer Original sia version daripada versi coveran lainnya.
Enjoyy !!


Party girls don't get hurt
Can't feel anything,
when will I learn?
I push it down, push it down I'm the one
"for a good time call"
Phone's blowin' up, ringin' my doorbell
I feel the love,
feel the love

 1, 2, 3, 1, 2, 3, drink
1, 2, 3, 1, 2, 3, drink
1, 2, 3, 1, 2, 3, drink
Throw 'em back 'til I lose count

 I'm gonna swing from the chandelier, from the chandelier
I'm gonna live like tomorrow doesn't exist
Like it doesn't exist
I'm gonna fly like a bird through the night,
feel my tears as they dry

I'm gonna swing from the chandelier, from the chandelier

 But I'm holding on for dear life, won't look down, won't open my eyes
Keep my glass full until morning light,
'cause I'm just holding on for tonight Help me,
I'm holding on for dear life, won't look down, won't open my eyes

Keep my glass full until morning light,
'cause I'm just holding on for tonight
On for tonight Sun is up, I'm a mess
Gotta get out now, gotta run from this
Here comes the shame, here comes the shame

 1, 2, 3, 1, 2, 3, drink
1, 2, 3, 1, 2, 3, drink
1, 2, 3, 1, 2, 3, drink

 Throw 'em back 'til I lose count

 I'm gonna swing from the chandelier,
from the chandelier
I'm gonna live like tomorrow doesn't exist
 Like it doesn't exist

I'm gonna fly like a bird through the night,
feel my tears as they dry
I'm gonna swing from the chandelier,
from the chandelier

But I'm holding on for dear life, won't look down, won't open my eyes
Keep my glass full until morning light,
'cause I'm just holding on for tonight Help me,
I'm holding on for dear life,
won't look down, won't open my eyes
Keep my glass full until morning light,
 'cause I'm just holding on for tonight
On for tonight On for tonight
'Cause I'm just holding on for tonight
Oh, I'm just holding on for tonight On for tonight
On for tonight
'Cause I'm just holding on for tonight
'Cause I'm just holding on for tonight
Oh, I'm just holding on for tonight On for tonight On for tonight

Wednesday, December 10, 2014

Tentang definisi lain narsis

barusan saja saya selesai membaca artikel mbak Ellen Marinka di kompasiana yang judulnya Mau Sukses Ya Harus Narsis 
Sungguh menarik, beliau membuat definisi lain dari narsis yaitu (Nyaman,  Terencana, Sistematis).
Membacanya seolah menambahkan catatan dan nasihat untuk sendiri. Selain itu membuat diri bertanya juga, apakah sudah mengikuti guideline ini?

Membaca bagian definisi "Nyaman", jadi teringat ketika jaman SD atau SMP dulu, seperti anak normal lain, ada kalanya menginginkan sesuatu, baik barang atau non barang lain bukan karena diri sendiri tetapi karena orang lain telah mengalami atau memilikinya. Ya namanya saja anak kecil *ketika itu usia saya masih 12 tahun*. Sedikit ingin menertawakan diri sendiri jadinya kalo mengingat masa itu.

Seiring berjalannya waktu, dan tempaan hidup, sesuatu yang dimiliki orang lain sudah bukan lagi menjadi hal yang menarik. Berangsur, berubah menjadi pertimbangan dan pemikiran apa yang sudah bisa kita capai sendiri.

Kedua tentang "Terencana", jujur, bahkan sampai saat ini ada kalanya saya dihadapkan pada rasa penyesalan karena luput memanfaatkan waktu atau kesempatan yang ada sebelumnya dengan optimal. kadang-kadang berakhir dengan "andai saja...." Ah, kadang ini yang bikin kesal, :D
Semoga penyesalan ini tak sering terulang, let's do our best

Dan terakhir tentang "Sistematis", hmmm, sulit dijelaskan. Apa iya karena natur nya wanita itu terkadang kurang sistematis, kurang logis, dalam berpikir dan bertindak, yang selalu mengedepankan perasaan, dan terlalu sering berada pada situasi "jam goblok" yang tak bisa berpikir jernih ?
Sebisa mungkin ingin menghindari hal ini. Setidaknya harus belajar.

Well, selamat narsis :D

Tuesday, September 30, 2014

[Reblog] 10 Hal yang harus anda tulis sebelum anda mati

Reblog dari sini ^^

artikel yang ditulis oleh : Natalia Sagita

  • Kebanyakan orang terlalu sibuk dengan kehidupan untuk berpikir tentang kematian, tetapi sedikit pemikiran dapat membuat perbedaan besar dalam cara Anda meninggalkan kehidupan ini. Pertimbangkan 10 saran berikut sebagai kemungkinan untuk memudahkan transisi akhir itu.
  • 1. Tuliskan riwayat hidup Anda

    Baik dalam bentuk jurnal, sejarah hidup maupun hanya kenangan acak, keturunan Anda akan selamanya bersyukur karena Anda telah meluangkan waktu untuk mencatatnya. Ini merupakan kenang-kenangan indah dan akan menjadi warisan berharga.
  • 2. Tuliskan kata sandi Anda

    Dalam era komputer ini, kita punya kata sandi yang berbeda untuk setiap akun dan menggantinya secara rutin. Jika sesuatu terjadi pada Anda, apakah keluarga Anda akan mampu mengakses akun Anda untuk tetap memperbaruinya atau menutupnya? Memiliki buku catatan kecil dengan informasi ini akan menghilangkan kebingungan dan kekacauan, bahkan saat Anda masih hidup.
  • 3. Catatlah peristiwa-peristiwa rohani yang berharga dalam kehidupan Anda

    Sebutlah ini momen “aha” dari pemahaman mendalam dan wahyu pribadi serta kilasan sukacita sepenuhnya. Mengapa membiarkan anak dan cucu Anda bergumul untuk mendapatkan kejelasan dan pemahaman yang telah Anda peroleh?
  • 4. Tuliskan nama orang dalam foto-foto Anda

    Setelah menerima banyak album foto dari orang tua, kakek-nenek, dan buyut saya, saya merasa sedih karena memiliki banyak foto keluarga yang bagus tetapi tidak tahu siapa yang berada di dalamnya. Bertahun-tahun dari sekarang, keturunan Anda tidak akan tahu siapa orang-orang yang ada dalam foto Anda meskipun sekarang orang-orang itu dekat dengan Anda sekarang. Demikian juga, pusaka keluarga hendaknya diberi label dengan sejarahnya.
  • 5. Catatlah keinginan terakhir Anda

    Ini merupakan tindakan kasih untuk menyampaikan keinginan terakhir Anda dan untuk pemakaman Anda kepada keluarga. Anda juga dapat menulis obituari Anda sendiri. Ini akan memberikan kedamaian besar bagi mereka dalam masa kesedihan mereka.
  • 6. Catatlah resep Anda

    Ibu saya meninggal dunia sebelum anak-anak saya lahir, tetapi setiap pagi Natal kami merasakan kehadirannya karena saya membuat hidangan sarapan Natal kegemarannya. Resep yang penting bagi keluarga Anda dapat diwariskan dan akan dihargai sama seperti koleksi piring antik nenek, dan dapat digunakan dengan penuh cinta oleh generasi mendatang.
  • 7. Siapkan surat wasiat dan surat kuasa

    Menurut Suze Orman, seorang ahli keuangan, "Sebuah surat wasiat akan menentukan ke mana aset Anda akan diwariskan setelah kematian Anda. Tetapi bagaimana jika Anda jatuh sakit dan tidak mampu mengurus diri sendiri dan perlu seseorang untuk mengurus keuangan Anda? Aturlah sebuah surat kuasa jangka panjang – sebuah dokumen yang memungkinkan Anda untuk menunjuk seseorang untuk mengelola semua urusan keuangan dan hukum Anda atas nama Anda apabila suatu hari kelak Anda tidak mampu melakukannya. Waktu dan uang yang Anda berikan untuk melakukan hal-hal ini akan sangat bermanfaat bagi Anda dan orang-orang yang Anda kasihi."
  • 8. Tuliskan silsilah Anda

    Betapa mudahnya bagi Anda untuk mengingat nama-nama dan tanggal-tanggal penting keluarga Anda sementara setiap generasi berikutnya akan kesulitan menemukan informasi itu. Bahkan jika Anda tidak tertarik pada silsilah, ada nilai berharga dalam mencatat informasi ini bagi keturunan Anda.
  • 9. Tuliskan bagaimana Anda ingin barang-barang pribadi Anda dibagikan

    Setelah ibu saya meninggal dunia mendadak, ayah saya tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan semua barang pribadinya, dan istri barunya tidak peduli akan barang-barang itu. Kenangan berharga diberikan secara sembarangan atau hilang dalam kebingungan. Mudahkan keluarga yang Anda tinggalkan untuk menghormati keinginan Anda dengan mencatatnya.
  • 10. Ekspresikan kasih dan penghargaan Anda bagi orang-orang yang Anda kasihi dengan tulisan

    Kata-kata yang terucap pudar seiring berjalannya waktu, tetapi kata-kata yang tertulis akan bertahan lama. Setiap kali saya membaca kata-kata penuh kasih dalam surat terakhir kakek saya sebelum kematiannya, hati saya dihangatkan dengan kasihnya yang nyata dan saya merasa seolah-olah dia masih berada bersama saya.
    Meskipun penyakit dan kematian dapat mendatangkan kesedihan dan perubahan yang tidak terduga dalam kehidupan kita, kita dapat meringankan dampaknya dan menghibur orang-orang terkasih kita melalui kata-kata tertulis. “Jika Anda tidak ingin dilupakan setelah Anda mati dan membusuk, tuliskan hal-hal yang layak dibaca atau lakukan hal-hal yang layak ditulis.” Benjamin Franklin
    Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Natalia Sagita dari artikel asli "10 things you should write down before you die" karya Nancy L.B. Lundgreen.